Jumat, 09 Desember 2011

Lika Liku Laku

Terhadap suatu makanan yang tidak kita sukai, apa reaksi kita?
pak bondan dalam acaranya wisata kuliner pernah bilang, "tidak ada makanan yang tidak enak, yang ada hanya, makanan tersebut tidak cocok di lidah kita..."
setidaknya komentar tersebut relevan (menurut saya, lho) dengan sunnah Rasulullah kita, 

Dari Abu Hurairoh , ia berkata:
مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ, إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ.
“Rosululloh  tidak pernah mencerca makanan sama sekali. Bila Beliau mengingin-kan sesuatu Beliau memakannya dan bila tidak suka Beliau meninggalkannya”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)



http://majalahummatie.wordpress.com/2010/03/05/tidak-mencela-makanan-bahkan-disunnahkan-memujinya/


jika terhadap makanan yang tidak kita sukai saja kita tidak boleh menghina, lalu bagaimana ya, sikap kita terhadap perilaku seseorang yang tidak kita sukai?
seseorang teman pernah menulis dalam statusnya, "janganlah tingkah laku orang lain yg buruk sampai mempengaruhi sikap dan perilaku kita". dalam artian, jangan sampai perilaku seseorang yang "menyebalkan" tersebut sampai mengarahkan kita pada hal-hal yang buruk pula...


Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Al Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Anas Al Juba’i , bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mampu menahan marahnya padahal dia mampu menyalurkannya, maka Allah menyeru pada hari kiamat dari atas khalayak makhluk sampai disuruh memilih bidadari mana yang mereka mau.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)
Al Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah hamba meneguk tegukan yang lebih utama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dari meneguk kemarahan karena mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Hadits shahih riwayat Ahmad)
Al Imam Abu Dawud rahimahullah mengeluarkan hadits secara makna dari shahabat Nabi, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah seorang hamba menahan kemarahan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memenuhi baginya keamanan dan keimanan.” (HR. Abu Dawud dengan sanad Hasan)


dalam diri seseorang memang ada kelebihan dan kelemahan...maka ambillah yg baik, dan singkirkan yang buruk ...

adakah yg berpikir, "ah, teori...klo cuma ngomong sih gampang..."??

tentu saja ada, dan jawabannya adalah saya sendiri...

tapi, tentunya kita selalu ingin berubah ke arah yang lebih baik kan ya?

kalau tidak sekarang, mungkin nanti...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar