pura pura tidak tahu,
berjalan layaknya biasa,
berhenti, kemudian bercengkerama,
berhenti untuk memberi/ mengiba...
wajah-wajah itu,
ya, wajah-wajah itu,
adapun aq selalu melihatnya,
bertemu, mgkn hampir setiap hari,
adakah semua berlalu, begitu saja?
adakah yg terjadi,itu itu saja?
adakah perubahan/perbedaan yg kmu buat?
ibu dan anaknya masih tetap di pinggir jalan,
peminta-minta masih "setia" di lampu merah,
orang2 pengecat pagar gedung pemerintah,
orang cacat kaki yg mencari angkot,
dan kamu hanya melihat,
tidak berbuat,
tidak me-rasa,
adakah kamu bersyukur?
q harap iya,
satu2nya yg masih q harapkan darimu,
andalanku...
hai, hati...
Jumat, 19 November 2010
Sabtu, 13 November 2010
Putih, Bersih, Suci...
kutuliskan semua kesahku di atas pasir...
berharap angin dan ombak bersatu,
menghapus dan membawanya pergi...
jauh dariku...
berharap angin dan ombak bersatu,
menghapus dan membawanya pergi...
jauh dariku...
Jumat, 12 November 2010
Waktu
Times heal every wounds
begitu katanya...
bagiku...waktu dapat mengubah segala hal...
jika saja aku masih di masa "itu"
pasti sekarang ini, aku sdh "disidang"
tak akan masuk dlm "barisan" lagi
pun tak akan ada amanah lagi...
dalam beberapa hari ini,
sdh banyak begitu teguran dilayangkan padaku...
tertulis, maupun tindakan...
langsung maupun tidak langsung...
kini kurasakan sudah,
bukan dakwah yg memerlukan kita...
tapi kita yg memerlukan dakwah...
walau aku gugur di jalan itu,
akan ada jiwa-jiwa lain yg tumbuh, menggantikannya,
sedangkan aku sendirian terpuruk...
kadang, meski kita tahu, kita hafal di luar kepala...
tapi kita tetap memerlukan penguatan dr yg lain...
tapi aku butuh dr sekedar itu...
kata tanpa kata...
sadarkanku aku tak sendiri...
dan aku akan kembali...ya, kembali...
semua hanya masalah waktu...
begitu katanya...
bagiku...waktu dapat mengubah segala hal...
jika saja aku masih di masa "itu"
pasti sekarang ini, aku sdh "disidang"
tak akan masuk dlm "barisan" lagi
pun tak akan ada amanah lagi...
dalam beberapa hari ini,
sdh banyak begitu teguran dilayangkan padaku...
tertulis, maupun tindakan...
langsung maupun tidak langsung...
kini kurasakan sudah,
bukan dakwah yg memerlukan kita...
tapi kita yg memerlukan dakwah...
walau aku gugur di jalan itu,
akan ada jiwa-jiwa lain yg tumbuh, menggantikannya,
sedangkan aku sendirian terpuruk...
kadang, meski kita tahu, kita hafal di luar kepala...
tapi kita tetap memerlukan penguatan dr yg lain...
tapi aku butuh dr sekedar itu...
kata tanpa kata...
sadarkanku aku tak sendiri...
dan aku akan kembali...ya, kembali...
semua hanya masalah waktu...
Minggu, 07 November 2010
Segenggam Ukhuwah
sabtu, 6 november 2010
23.10
memori penuh, tidak dapat menerima sms baru...
mendesah...
sejenak kemudian segera membuka kotak masuk dan memilah-milah sms yg akan dihapus...
satu, dua, tiga, empat, dan sms lainnya,
jariku sempat terhenti karenanya,
pikiranq melayang, mencari-cari ingatan...
aku hanya terdiam...
ini adalah sms-sms "cinta" dari saudara saudariku disana,
yang karena berbagai alasan aku tidak pernah membalasnya...
membalas?aaahhh, tidak,
itu hanya bentuk halus, jika tidak mau dibilang,
sms-sms tersebut "terlupakan"
hingga ia hanya tertinggal, tanpa dibaca,
kalaupun dibaca, maka itu sambil lalu saja...
dengan bermacam pembenaran...
nanti saja, tidak ada waktu...
kemudian ianya terlupa...
terlalu panjang, nanti saja diteruskan...
tapi waktu demi waktu berlalu begitu saja...
ah, sdh sering baca, sdh pernah dengar...
maka ini adl bentuk kesombongan yang nyata...tak seharusnya ada...
astaghfirullahaladzim....
tiada yg lebih membahagiakan,
selain ingatan seorang saudara kepada kita...
bahwa doa dr saudara yg jauh dan tanpa kita ketahui,
adalah makbul adanya...
lalu disini...apa yg aku lakukan?
ketika Alloh mengirimku saudara/i yang begitu mulia?
tulus adanya?
meski sering sms itu terabaikan,
namun masih ianya mengalir, setia...
wujud pengganti sebuah kehadiran,
penuh arti, penuh makna,
ianya bukan sekadar tulisan...
duhai...
kemana kepekaan hati ini?
Ya Alloh, semoga belum terlambat...
aku kembali, aku ingin kembali...
23.10
memori penuh, tidak dapat menerima sms baru...
mendesah...
sejenak kemudian segera membuka kotak masuk dan memilah-milah sms yg akan dihapus...
satu, dua, tiga, empat, dan sms lainnya,
jariku sempat terhenti karenanya,
pikiranq melayang, mencari-cari ingatan...
aku hanya terdiam...
ini adalah sms-sms "cinta" dari saudara saudariku disana,
yang karena berbagai alasan aku tidak pernah membalasnya...
membalas?aaahhh, tidak,
itu hanya bentuk halus, jika tidak mau dibilang,
sms-sms tersebut "terlupakan"
hingga ia hanya tertinggal, tanpa dibaca,
kalaupun dibaca, maka itu sambil lalu saja...
dengan bermacam pembenaran...
nanti saja, tidak ada waktu...
kemudian ianya terlupa...
terlalu panjang, nanti saja diteruskan...
tapi waktu demi waktu berlalu begitu saja...
ah, sdh sering baca, sdh pernah dengar...
maka ini adl bentuk kesombongan yang nyata...tak seharusnya ada...
astaghfirullahaladzim....
tiada yg lebih membahagiakan,
selain ingatan seorang saudara kepada kita...
bahwa doa dr saudara yg jauh dan tanpa kita ketahui,
adalah makbul adanya...
lalu disini...apa yg aku lakukan?
ketika Alloh mengirimku saudara/i yang begitu mulia?
tulus adanya?
meski sering sms itu terabaikan,
namun masih ianya mengalir, setia...
wujud pengganti sebuah kehadiran,
penuh arti, penuh makna,
ianya bukan sekadar tulisan...
duhai...
kemana kepekaan hati ini?
Ya Alloh, semoga belum terlambat...
aku kembali, aku ingin kembali...
Sang Biru
jika ditanya mengapa aku mencintaimu,
itu karena penciptamu,
tak berbatas...
begitu jawabku...
kau tidak pernah menawarkan keangkuhan karena keluasanmu,
kau selalu menyajikan kedamaian,
bagi hati-hati yang lesu...
memberikan harapan,
bagi jiwa-jiwa yang jemu...
setidaknya, begitulah kau dihatiku, wahai sang biru...
itu karena penciptamu,
tak berbatas...
begitu jawabku...
kau tidak pernah menawarkan keangkuhan karena keluasanmu,
kau selalu menyajikan kedamaian,
bagi hati-hati yang lesu...
memberikan harapan,
bagi jiwa-jiwa yang jemu...
setidaknya, begitulah kau dihatiku, wahai sang biru...
Selasa, 02 November 2010
Setulus makna, sebentuk cinta
Pada malam yg sunyi,
kutundukkan diri dalam renungan,
sekilas senyuman datang,
membekas,
tertunduk aku dibuatnya,
tak ada kata terucap,
pun sentuhan,
jika memang begini adanya,
ini jalannya,
maka biarlah,
ini menjadi satu-satunya pilihan,
mencintai dalam diam...
kutundukkan diri dalam renungan,
sekilas senyuman datang,
membekas,
tertunduk aku dibuatnya,
tak ada kata terucap,
pun sentuhan,
jika memang begini adanya,
ini jalannya,
maka biarlah,
ini menjadi satu-satunya pilihan,
mencintai dalam diam...
Langganan:
Postingan (Atom)