Jumat, 19 November 2010

Segumpal Daging Bernama Hati

pura pura tidak tahu,
berjalan layaknya biasa,
berhenti, kemudian bercengkerama,
berhenti untuk memberi/ mengiba...

wajah-wajah itu,
ya, wajah-wajah itu,
adapun aq selalu melihatnya,
bertemu, mgkn hampir setiap hari,

adakah semua berlalu, begitu saja?
adakah yg terjadi,itu itu saja?
adakah perubahan/perbedaan yg kmu buat?

ibu dan anaknya masih tetap di pinggir jalan,
peminta-minta masih "setia" di lampu merah,
orang2 pengecat pagar gedung pemerintah,
orang cacat kaki yg mencari angkot,

dan kamu hanya melihat,
tidak berbuat,
tidak me-rasa,

adakah kamu bersyukur?
q harap iya,
satu2nya yg masih q harapkan darimu,
andalanku...
hai, hati...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar